Total Tayangan Halaman

Minggu, 29 September 2013

Saat Terindah

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk berterima kasih padanya. 
Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, 
Tersenyumlah dengan wajar . 
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta
Saat bertemu orang yang pernah kau benci, 
Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin kuat.
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, 
Baik-baiklah berbincanglah dengannya. 
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, 
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. 
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu
Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, 
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. 
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan
Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu 
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

Cinta Sederhana

Cinta sederhana ini hanya ingin mampu menerbitkan senyumannya
Cinta sederhana ini hanya ingin membuat diri ini berarti baginya
Cinta sederhana ini hanya ingin dia merasakan hal yang sama
Cinta sederhana ini hanya ingin berada disisinya selamanya

Cinta sederhana ini tidak membuat dunia berputar
Cinta inilah yang membuat perjalanan tersebut berharga.

Semua orang tahu bagaimana mencinta,
tapi hanya sebagian orang yg tahu bagaimana tetap tinggal di satu hati tuk jangka waktu yg lama

,,,,,,,(Sapardi Djoko Damono, dalam ‘Aku Ingin’ )

 Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Selasa, 09 Oktober 2012

Keyakinanku

Agama adalah keyakinan, saat aku dulu dilahirkan aku bukan Islam, juga bukan Kristen apalagi Budha, setelah aku beranjak dewasa aku memilih mengikuti agama Ayah Bundaku (Islam), dan Islam yang aku yakini adalah ajaran yang bisa aku terima dengan akal sehatku, itu saja, selebihnya adalah urusanku sama Allah SWT.

Seorang temanku pernah bertanya, setiap orang berdo'a agar masuk surga, seandainya kit

a pakai akal bejat, kita berdo'a agar masuk neraka, apakah Allah akan serta merta memasukkan kita ke neraka? Apa jawabku?

Kun Fa Yakun, It will be will be. Jika Allah SWT sudah berkehendak kita (Islam) masuk sorga semua, bisa apa kita. Maka do'a mu agar dimasukkan ke neraka menjadi sia-sia. Begitu juga sebaliknya.

Aku hanya berusaha menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, bukankah Allah juga menyuruh kita, "Nikmatilah hidupmu!". Insya Allah aku mungkin membuat dosa, karena aku manusia, bukan Malaikat atau Nabi, dan aku yakin aku tak bisa sembunyi dari dosa-dosaku. Bukankah Munkar dan Nakir selalu mendampingi kemanapun kita pergi?

BTW. Keyakinanku adalah Haq, bodoh jika aku meyakini tanpa dasar. Aku tak bisa menyebutkan ulama mana yang bilang Halal, yang mana bilang Haram, seperti juga aku tak bisa bilang, kenapa seseorang memilih Muhammadiyah atau NU, kenapa ada Sunni dan kenapa ada Syiah. Jika aku bisa memutar waktu, aku ingin bertemu Muhammad-ku, "Jawablah Muhammad, Islam apa yang aku yakini sekarang ini?"