Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Mei 2011

Dibalik Kisah Anggota DPR yang meninggal kecelakaan

Cerita pilu kecelakaan anggota DPR


Semalam habis kumpul-kumpul sama temen-temen lama, alhamdulillah ternyata mereka sudah pada jadi orang. Ada M yang sudah jadi pengusaha minyak, ada S yang jadi boss catering, ada P yang jadi jaksa dan ada juga R yang jadi ketua partai politik.  Dalam perbincangan teman yang berkecimpung di partai politik bercerita :

R :  "Aku hanya ingin jadi ketua partai, ndak ingin lebih, apalagi sampai jadi anggota DPR atau DPRD"

M : "Ah yang bener, kalau dipercaya rakyat aku aja mau kok..."

R : "Suerrrr..."

P : "Paling kamu takut ketahuan korupsi kan? lantas membusuk dalam penjara"

R : "Ah gak juga, kalau mau korupsi aku sudah melakukannya dari sekarang mumpung baru jadi ketua partai"

S : "Terus kenapa?"

R : "Aku ndak mau dikubur massal"

S : "Whats, emang ada anggota DPR yang dikubur massal?"

R : "Kalian ini ndak tau apa pura-pura ndak tau, ingat kecelakaan rombongan anggota DPRD 2 tahun lalu, bis mereka masuk jurang.  Pas kecelakaan ada tukang ojek lewat, dia baca spanduk yang terdapat disamping bus "rombongan anggota DPRD" tapi dia gak beranjak untuk menolongnya meski ada yang teriak-teriak. Kemudian ada orang lain yang lewat, dia tanya ke tukang ojek "kenapa ndak ditolong mas, ayo kita tolong!". Tukang ojek menunjuk ke arah spanduk dia menjawab dengan berbisik ditelinga orang itu. Lantas orang itu mengajak tukang ojek turun jurang, "Ayo kita kuburkan saja mereka!"

M : "Ah... mereka orang-orang ndak manusiawi"

R : "Bukan ndak manusiawi bro, ketika mereka selesai menguburkan korban, ada rombongan polisi datang, dia tanya ke mereka berdua, "korbannya mana?" 
jawab mereka serempak, "sudah kita kuburkan massal disebelah situ pak", 
tanya polisi lagi "lho, emang ndak ada yang selamat?" 
jawab tukang ojek : "Tadi ada juga yang teriak-teriak minta tolong pak, tapi ya aku cuekin aja"
Polisi : "kenapa"
Tukang Ojek : "mulut mereka mana bisa dipercaya pak.... aku ndak mau dibohongi lagi"

M : "O O O.... "

R : "Gimana, masih tertarik jadi anggota DPR?"


--- Hidup ini indah asal bisa tertawa ---

 Diceritakan kembali oleh : Sonny Iksan, Alumni SMP 6 Smg.

Senin, 23 Mei 2011

Janda ini rupanya lagi horny

Antara Janda, Keperawanan, dan Partai Politik


Seorang janda datang ke Pengadilan  Agama mendaftarkan gugatan cerai. Dia menemui seorang Jaksa yang pernah dikenalnya.
Jaksa : "Bu Angie lagi, apa kabar bu, ada yang bisa kami bantu?".
Janda : "Baik-baik aja pak, saya mau menggugat cerai suami saya nih..."
Jaksa : "Gugat cerai lagi bu, perasaan baru 2 bulan yang lalu ibu gugat cerai, kok sekarang mau cerai lagi, apa  yang kemarin akhirnya ndak jadi cerai".

Janda : "Jadi pak, ini saya gugat cerai suami saya yang ke-tiga".

Jaksa : "Aduh, kok gitu ya bu, masalahnya apa lagi sih, mbok ya diusahakan berdamai dulu tow bu...."
Janda : "Ndak bisa pak, keputusan saya sudah bulat, tiga kali saya menikah, tiga kali pula saya mengalami masalah yang sama.  Bayangkan pak, sudah 3 kali saya menikah tapi sampai hari ini saya masih juga perawan, apa ndak kebangetan?"
Jaksa : "Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai 3 kali, mana bisa masih perawan ...?"

Janda : "Gini lho pak, eks suami saya yang pertama ternyata impoten."

Jaksa : "Oh gitu, tapi suami ibu yang ke-2 gak impoten kan?"

Janda : "Betul, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia."

Jaksa : "Lalu suami ibu yang ke-3 gak impoten dan bukan gay kan?"

Janda : "Betul juga, tapi ternyata dia itu orang 'partai politik'...."

Jaksa : "Lalu apa hubungannya antara 'orang partai' dengan keperawanan ibu ...?"

Janda : "Sampai hari ini dia cuma janji-janji saja pak, 'gak pernah terealisasi', siapa yang gak dongkol !!!
            Emang bisa kita dipuaskan oleh 'janji'? "

Jaksa : "?!?!?!?!????"
--- Yang penting hepy... ---

Tips : Mencegah Pembobolan rekening via ATM

Cara Mencegah Pembobolan ATM

Karena banyak terjadi kasus pembobolan dana lewat ATM, berikut adalah tips bagi anda sebelum mengambil uang di ATM.

  • Cari mesin yang mulut mesinnya berwarna ijo. Kalau nggak ada, coba cari warna pink. Kalau nggak ada juga, coba cari warna biru. Kalau nggak ada juga, mungkin anda lagi di WC Umum, bukan ATM.
  • Masukin ATM bank lain, untuk menipu penyadapan pin anda. Siapa tahu keluar juga duitnya.
  • Coba bicara dulu sama mesin ATM-nya. "Elo disadap nggak?" Kalau dia bilang nggak, ambil dah.
  • Coba tes masukin KTP anda dulu, kalau tiba-tiba fotonya keluar beda. Berarti itu disadap!
  • Bungkus kartu ATM anda dengan kondom untuk mencegah kebocoran/penyadapan.

--- Selamat Mencoba ---